Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2009

Doa dalam Selembar Daun

Saya mengenal rutinitas harian bapak saya sejak saya kecil. Pagi dia bangun, kemudian dia akan sarapan dengan segelas kopi dan bila ada panganan kecil seperti pisang goreng atau ubi goreng. Setelah itu ia akan pergi ke kandang untuk memberi makan ternak dan kemudian dilanjutkan ke sawah atau ladang atau kebun, terkadang di kandang saja atau mencari pakan ternak. Bapak saya jarang membawa bekal, jika waktunya makan siang jika ibu ada pekerjaan lain sehingga ia tidak bisa mengantar makan siang maka bapak akan pulang. Tetapi jika bapak saya harus ke ladang yang jauh, (ditempuh dengan jalan kaki sekita 1 jam),ia hanya membawa sebotol air putih, sampai sore ia tidak makan, saya suka bertanya padanya apakah ia seharian tidak lapar? Waktu itu bapak cuma tersenyum dan nanti kukasihtahu kalau kamu ikut ke ladang. Maka suatu hari libur saya ikut bersama bapak ke ladang, langsung dari kandang, bapak hanya membawa sebotol air putih. Waktu itu ia harus menyiangi tanaman jagungnya yang rumputnya sudah mulai tinggi. Karena pagi tadi saya tidak sarapan, tentu saja baru sekitar jam sebelasan saya sudah lapar. Saya pun merengek minta pulang untuk makan. Saat itu bapak bilang nanti bentar lagi , pekerjaannya sedikit lagi selesai. Kalo kamu lapar ini kamu makan, kata bapak sambil mengambil selembar daun sawi, bapak terdiam sejenak sebelum memberikan daun sawi itu kepada saya. Mulanya saya bingung saat menerima daun sawi yang selembar itu, apakah itu cukup. Makanlah, kata bapak. Dan saya memakannya, anehnya beberapa saat kemudian saya tidak merasa lapar lagi. Bapak saya melanjutkan kembali bekerja dan saya kembali membantu bekerja dengan energi baru dari selembar daun sawi itu. Sekitar jam 2 kami pulang dan di perjalanan itu bapak baru bercerita tentang sebuah doa dan keyakinan. “Jika kamu punya keyakinan, selembar daun pun bisa memberimu energi yang besar. Mintalah pada daun itu dan pada yang memiliki daun itu dan kita. Ia akan memberimu energi bagi tubuhmu. Setiap yang kamu makan akan memberimu energi bahkan sebelum memasuki mulutmu pun ia akan memberi energi saat kamu mintaSeperti saat kau lapar dan berlari pulang menuju meja makan sesaat setelah membuka tudung saji, ada energi yang terpancar dari makanan yang teserap olehmu, maka dengan membuka tudung saji pun rasa laparmu berkurang” Beberapa tahun kemudian saya membaca buku “Celestine prophecy”. Dan saya berpikir apa yang tertulis disana telah diajarkan dan dilakukan oleh bapak saya sepanjang hidupnya. Tetapi ternyata tidak mudah untuk meyakini doa kita kan terkabul, bukan? Tidak mudah meyakini sesuatu. Selalu ada rasa ragu.

Read Full Post »